Herbal Keladi Tikus

Keladi tikus atau typhonium flagelliforme yang kini telah banyak dibudidayakan sebagai tanaman obat untuk membasmi penyakit kanker. Mengapa disebut keladi tikus, karena bunga dan mahkota bunga berbentuk kecil, berwarna putih dan memiliki ekor seperti tikus, maka disebut dengan keladi tikus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keladi tikus yang memiliki ciri tumbuhan seperti batang tumbuhan yang basah dan tumbuh pada ketinggian 1.000 mdpl. Berdaun tungal yang muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk seperti jantung pisang, berwarna hijau segar. Umbi keladi tikus besarnya kira-kira sebesar buah pala. Bagian dalam dan luar umbi berwarna putih. Dalam perkembang biakannya dengan cara menanam umbi keladi tikus sebagai tunas yang akan tumbuh dengan baik ketika musim penghujan. Ketika musim kemarau tanaman keladi tikus akan mengalami pengeringan dan gugur, namun akan tumbuh kembali baru pada saat datang musim hujan. Tumbuhan keladi tikus masih termasuk dalam golongan tanaman talas yang tinggi tanaman dapat mencapai hingga 30 cm dan tumbuh liar di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara hingga bagian selatan India dan Sri Lanka.

Keladi tikus yang memiliki nama dalam bahasa asing yang disebut Rodent tuber dan dalam bahasa China disebut dengan Lioshu Yu dan di Indonesia disebut dengan keladi tikus atau lebih sering disebut dengan talas kunting. Keladi tikus yang telah lama dikenal dan sudah melewati penelitian dan serangkaian riset untuk mengetahui dan membuktikan manfaat keladi tikus sebagai obat spesialis untuk kanker dan tumor dengan daya kerja yang efektif dengan melawan dan menghentikan perkembangan dari sel-sel kanker tanpa harus merusak dan mengganggu sel-sel normal.

Posted in Herbal Keladi Tikus | Tagged , , | Leave a comment

Keladi Tikus dan Kanker

Keladi tikus yang sejatinya memang banyak digunakan untuk mengobati penyakit kanker memang sudah tak diragukan lagi. Keladi tikus pada beberapa pengobatan medis juga diberikan untuk para penderita kanker dengan tujuan untuk mengurangi efek negatif dari pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, pembedahan dan serangkaian pengobatan medis lainnya yang dijalani penderita kanker. Berikut sedikit ulasan mengenai beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh pengobatan anti-kanker terhadap status nutrisi penderita kanker :

1. Kemoterapi

Kemoterapi bisa menimbulkan malnutrisi dengan berbagai sebab, misanya mual, sariawan, gangguan saluran pencernaan, dan penurunan nafsu makan. Malnutrisi akan mempengaruhi status nutrisi dan hasil dari pengobatan kemoterapi. Efek sampingnya selalu berhubungan dengan dosis, waktu terapi, jenis obat, dan respons individual.

Salah satu contoh pasien yang menjalani kemoterapi

Alur status malnutrisi pada pasien penderita kanker

2. Radioterapi

Radioterapi dapat menimbulkan malnutrisi pada penderita kanker. Beratnya malnutrisi yang terjadi ditentukan oleh tempat dilakukannya radiasi, dosis dan lama radiasi. Beberapa penyebab perubahan status nutrisi akibat radiasi antara lain radiasi di kepala yang menyebabkan mual dan muntah, radiasi dikepala atau leher yang menyebabkan sulit menelan makanan, radiasi thorax yang menyebabkan susah menelan dan oesofagitis, serta radiasi abdomen atau pelvis yang menyebabkan diare, gastirits, mual dan muntah.

3. Pembedahan

Pembedahan tergantung dari operasi yang dilakukan terhadap penderita kanker. Pembedahan merupakan terapi primer untuk penderita kanker pada saluran pencernaan biasanya akan bermasalah pada masalah nutrisi. Beberapa contoh akibat pembedahan saluran cerna adalah operasi gaster yang menyebabkan penurunan absorbsi vitamin B12, operasi pankreas yang menyebabkan gangguan metabolisme glukosa, dan operasi kolon yang menyebabkan kehilangan air dan elektrolit.

Oleh karenanya pemberian obat dari ekstrak keladi tikus membantu para penderita kanker agar tidak secara total kehilangan nutrisi. Nutrisi menjadi bagian yang amat penting bagi penderita kanker. Tujuannya adalah untuk mempertahankan status nutrisi, mengurangi gejala sindroma kaheksi, mencegah komplikasi dan memenuhi kecukupan mikronutrien. Keladi tikus jugua dapat dikonsumsi selang beberapa minggu atau beberapa bulan setelah menjalani serangkaian pengobatan medis.

Pengobatan medis yang banyak dilakukan pada pasien penderita kanker adalah kemoterapi. pada sebagian orang menganggap kemoterapi dapat mengurangi pertumbuhan dari sel kanker, meski dengan resiko mengalami kerontokan rambut, mual inigin muntah, penurunan sel darah, penurunana nafsu makan, bahkan adapula yang berakibat fatal hingga menyebabkan tubuh terlihat krus dengan bobot tubuh yang ringan lebih buruk lagi berakibat pada kematian, karena tidak mampu menahan rasa sakit dari kemoterapi dan konsumsi banyak jenis obat-obatan.

Posted in Keladi Tikus dan Kanker | Tagged , , , , , | Leave a comment

Obat Keladi Tikus

Keladi tikus yang memiliki kandungan unsur senyawa yang aktif pada fungsi sel darah dengan menghasilkan mediator mampu merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia, Keladi tikus telah banyak digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. Bahkan keladi tikus dijadikan sebagai obat pendamping dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi yang dijalani oleh pasien penderita kanker.
Pada penderita kanker yang sudah memasuki stadium lanjut dengan mengkonsumsi keladi tikus telah menunjukkan hasil yang positif. Keladi tikus dapat mengatasi dan mengurangi efek samping dari serangkaian pengobatan medis yang dilakukan oleh para penderita kanker.

Keladi tikus memiliki daya kerja yang cukup efektif dalam membantu meringankan pengaruh buruk dari pengobatan kemoterapi yang memang pada umumnya menjadi suatu pilihan utama para penderita kanker. Keladi tikus mengurangi pengaruh buruk pada pengobatan dengan kemoterapi seperti mengurangi kerontokan rambut, mengembalikan nutrisi yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh pasien penderita kanker, mengurangi rasa mual ingin muntah, mengembalikan nafsu makan yang hilang.

Di kalangan masyarakat umum, keladi tikus memang sedikit mengandung racun jika tidak mengetahui cara atau proses pengolahan secara tradisional. Keladi tikus yang diproses secara tradisional dapat dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan, batuk dan spesialis untuk penyakit kanker.

Secara tradisional umumnya keladi tikus dimanfaatkan dengan cara umbi keladi tikus dibuat jus segar yang dicampur dengan madu dan diminum seperti biasanya, adapula yang menggunakan daun keladi tikus dimakan sebagai lalapan mentah.

tanaman keladi tikus

Keladi tikus yang memang sudah dipercaya dapat mengobati penyakit kanker dipercaya karena mengandung nilai senyawa alamiah yang terdapat dalam tiap bagian tanaman kedali tikus seperti :
- Heksana yang menganduug hidrokarbon jenuh dan asam alifatik
- Etil asetat yang mengandung asam lemak aromatik.
- Glikosida fenilpropanoid
- Sterol
- Cerebroside yang memiliki efek anti-hepatotoksik, mengurangi dahak
- Anti asmatik
- Anti inflamasi (anti peradangan)
- Analgesik
- Sedatif
- Asam amino sebagai arginine, yakni senyawa yang mempertahankan metabolisme dan pertumbuhan sel – sel normal dalam tubuh.

Sebuah studi farmakologi membuktikan bahwa keladi tikus dengan menggunakan jus ekstrak keladi tikus dapat mencegah hepatocarcinogenesis (pertumbuhan sel-sel kanker hati). Selain itu keladi tikus juga dapat mendetoxifikasi sistem sel darah dari bahaya racun dan memproduksi mediator yang merangsasng sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan sel-sel kanker, seperti sel kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker hati dan kanker darah (leukimia).

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment